United in Friendship, Connected in Spirit: Studi Banding UKM Taekwondo UIN Walisongo dan UIN Sunan Kalijaga

United in Friendship, Connected in Spirit: Studi Banding UKM Taekwondo UIN Walisongo dan UIN Sunan Kalijaga

Minggu, 23 November 2025 , Gedung PKSI Lantai 2, Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi saksi bisu terjalinnya jalinan persaudaraan antara dua Unit Kegiatan Mahasiswa. Kegiatan Studi Banding antara Pengurus UKM Taekwondo UIN Walisongo dan Pengurus UKM Taekwondo UIN Sunan Kalijaga berlangsung penuh kehangatan dengan mengusung tema ” United in Friendship, Connected in Spirit ” (Bersatu dalam Persahabatan, Terhubung dalam Semangat).

Berbeda dengan pemahaman umum tentang studi banding yang kerap dimaknai sebagai ajang perbandingan kualitas, kegiatan ini justru menempatkan kolaborasi sebagai jiwa utamanya. Tujuan mulia yang diusung adalah mempererat silaturahmi serta menciptakan ruang berbagi pengalaman dan ilmu keorganisasian antara kedua UKM.

Adinda Istiqomah Azzahra, Ketua Umum UKM Taekwondo UIN Sunan Kalijaga, dalam sambutannya dengan tegas menyatakan, “Studi banding ini bukan untuk membanding-bandingkan, melainkan untuk berbagi ilmu.” Pernyataan ini menegaskan esensi sejati dari pertemuan tersebut sebuah wadah pembelajaran bersama untuk mengembangkan tata kelola organisasi yang lebih baik.

Senada dengan itu, Imam Nur Rohmat, Ketua Umum UKM Taekwondo UIN Walisongo Semarang, turut menyampaikan harapannya. “Tujuan kami datang ke sini, pertama tentu untuk silaturahmi, mencari jalinan persahabatan baru dan persaudaraan antara kedua UKM, dan tentunya saling berbagi ilmu serta saling bertukar informasi,” ujarnya dengan penuh antusias.

Kegiatan dibuka dengan presentasi program kerja dari masing-masing UKM, di mana setiap divisi berkesempatan memaparkan rencana dan strategi kerja mereka. Suasana semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi terbuka dan tanya jawab, para pengurus terlibat dalam dialog produktif untuk saling berbagi pengalaman dan mendiskusikan tantangan serta solusi dalam pengelolaan organisasi. Puncak kegiatan adalah sesi Forum Group Discussion (FGD) setiap bidang yang memungkinkan diskusi lebih mendalam dan spesifik, memastikan setiap divisi memperoleh insight yang relevan dan aplikatif untuk pengembangan organisasi mereka.

Acara ditutup dengan penuh kehangatan melalui sesi foto dan pembuatan konten bersama momen yang tidak hanya mengabadikan pertemuan bersejarah ini, tetapi juga menjadi simbol dari ikatan persaudaraan yang telah terjalin.

Yang terpenting, kedua UKM sepakat untuk menjaga dan memelihara hubungan persaudaraan yang telah terbentuk. Komitmen ini menjadi fondasi bagi kemungkinan kolaborasi di masa depan, baik dalam bentuk kegiatan bersama, pertukaran pengetahuan berkelanjutan, maupun dukungan mutual dalam pengembangan organisasi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *